Ingin Usaha Anda Kami Liput?
Pasang Iklan disini
Tokoh

Johannes Baptista (JB) Sumarlin: Kiprah Sebagai Ketua Otorita Batam

batambisnis.com – Johannes Baptista (JB) Sumarlin adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah pengembangan Batam, yang dikenal sebagai daerah industri strategis di Indonesia. Sebagai Ketua Otorita Batam pada akhir 1970-an, beliau memiliki peran vital dalam transformasi Batam menjadi pusat industri dan perdagangan yang penting di Asia Tenggara.

Pada masa itu, Batam tengah menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis keuangan yang melanda Indonesia. Sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi, Presiden Soeharto menunjuk JB Sumarlin pada 1976 untuk memimpin Otorita Batam. Sebelumnya, Batam berada di bawah pengelolaan Pertamina, namun masalah keuangan yang dihadapi oleh perusahaan minyak negara tersebut menyebabkan ketidakstabilan dalam pengelolaan daerah ini.

Table of Contents

Pengalaman

Sebagai Ketua Otorita Batam, JB Sumarlin menghadapi tugas besar untuk merancang dan melaksanakan kebijakan yang bisa mengangkat Batam dari keterpurukan ekonomi. Salah satu langkah besar yang diambilnya adalah menetapkan Batam sebagai Kawasan Berikat (Bonded Warehouse), yang memungkinkan daerah ini menjadi tempat yang lebih menarik bagi investasi asing. Hal ini menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja baru dan memacu perkembangan industri di Batam.

JB Sumarlin juga memulai pembangunan infrastruktur penting, yang salah satunya adalah Waduk Sei Baloi yang selesai pada tahun 1978. Waduk ini menjadi sumber air yang sangat vital bagi kebutuhan industri di Batam. Selain itu, beliau juga memprakarsai pembangunan Waduk Nongsa yang selesai pada tahun 1980, yang lebih lanjut meningkatkan daya tarik Batam sebagai kawasan industri.

Dalam memimpin Otorita Batam, JB Sumarlin menerapkan model pembiayaan yang mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang menggantikan sumber dana dari Pertamina. Ini adalah langkah yang sangat penting, mengingat Batam pada saat itu sangat bergantung pada aliran dana yang terhenti akibat masalah di Pertamina. Melalui kebijakan tersebut, JB Sumarlin berhasil menarik perhatian investor luar negeri untuk menanamkan modalnya di Batam, yang pada gilirannya mempercepat perkembangan ekonomi di wilayah tersebut.

Karir

Selain perannya di Batam, JB Sumarlin juga dikenal sebagai Menteri Keuangan Indonesia dari 1988 hingga 1993 dan Kepala Bappenas dari 1983 hingga 1988. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mengalami perkembangan ekonomi yang signifikan. Atas dedikasinya, beliau dianugerahi penghargaan Menteri Keuangan Terbaik pada 1989 oleh majalah Euromoney.

Prestasi

Keberhasilan JB Sumarlin dalam memimpin Otorita Batam serta kontribusinya dalam membangun ekonomi Indonesia membuatnya dikenang sebagai salah satu birokrat terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. JB Sumarlin meninggal dunia pada 6 Februari 2020, namun warisan kepemimpinannya di Batam dan sektor ekonomi Indonesia tetap hidup hingga hari ini. (daslan)

 

 

 

Daslan Manurung
Author: Daslan Manurung

I am a Content Creator and Internet Marketer in Batam.

Show More

Daslan Manurung

I am a Content Creator and Internet Marketer in Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button