batambisnis.com – Di tengah hiruk-pikuk perkembangan Kota Batam yang terus melaju pesat sebagai pusat industri dan perdagangan, masih ada sekelompok masyarakat yang memilih untuk menjaga hubungan harmonis dengan alam. Mereka bukan hanya bertani untuk kebutuhan hidup, tapi juga membangun komunitas yang kuat, mandiri, dan produktif. Salah satunya adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Harapan Sukses Puncak Beliung yang berlokasi di Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
Mengenal KTH Harapan Sukses
KTH Harapan Sukses merupakan salah satu kelompok tani yang tergabung dalam program Perhutanan Sosial. Kelompok ini berada di bawah binaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melalui skema izin pemanfaatan hutan yang diberikan kepada masyarakat sekitar kawasan hutan untuk dikelola secara lestari dan produktif.
Nama “Harapan Sukses” bukan sekadar nama. Ini adalah semangat dari para anggotanya untuk menjadikan lahan yang awalnya kurang produktif, menjadi sumber kehidupan yang bermanfaat secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Lokasi Strategis di Puncak Beliung, Tanjung Riau
Puncak Beliung merupakan kawasan perbukitan kecil di daerah Tanjung Riau yang memiliki potensi lahan cukup luas untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan kehutanan rakyat. Meski terletak tidak jauh dari pusat kota dan kawasan pemukiman, suasananya masih asri dan jauh dari polusi, cocok untuk budidaya tanaman dan ternak skala kecil hingga menengah.
Banyak warga sekitar yang awalnya tak menyangka bahwa di balik pesatnya pembangunan di Batam, masih ada lahan yang bisa digunakan untuk bertani. Dan KTH Harapan Sukses telah membuktikan bahwa pertanian masih relevan, bahkan di daerah urban seperti Batam.
Kegiatan Utama: Bertani dan Beternak Secara Berkelanjutan
Anggota KTH Harapan Sukses terdiri dari puluhan petani lokal yang aktif mengelola lahan secara bergiliran. Kegiatan utamanya mencakup:
- Budidaya sayuran dan tanaman hortikultura, seperti cabai, tomat, kangkung, sawi, dan bayam.
- Peternakan skala rumahan, termasuk ayam kampung, bebek, dan kambing.
- Pengelolaan hutan rakyat, seperti penanaman pohon buah, tanaman keras, dan pohon penghijauan seperti sengon dan jambu biji.
- Pemanfaatan pupuk organik dan sistem pertanian alami untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
Tak hanya itu, mereka juga mulai merintis kegiatan agrowisata kecil-kecilan dengan membuka kebun untuk umum dan menerima kunjungan edukasi dari sekolah atau komunitas lain yang tertarik belajar pertanian.
Peran Perhutanan Sosial: Akses Legal dan Dukungan Pemerintah
Melalui program Perhutanan Sosial, KTH Harapan Sukses mendapat akses legal untuk mengelola kawasan hutan negara secara sah. Ini penting untuk mencegah konflik lahan dan memastikan pengelolaan dilakukan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Pemerintah juga memberikan pendampingan berupa pelatihan, bantuan bibit, alat pertanian, dan fasilitasi pasar. Hal ini sangat membantu anggota KTH dalam meningkatkan kapasitas dan hasil produksi mereka.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Positif
Kehadiran KTH Harapan Sukses membawa dampak positif yang cukup besar bagi masyarakat sekitar. Beberapa di antaranya:
- Meningkatkan pendapatan keluarga petani, terutama di masa sulit seperti pandemi atau saat harga kebutuhan pokok naik.
- Memberikan lapangan kerja informal bagi warga sekitar, terutama bagi ibu rumah tangga dan pemuda setempat.
- Mengurangi ketergantungan pada bahan pangan impor, dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal yang segar dan sehat.
- Meningkatkan kesadaran lingkungan, terutama dalam menjaga hutan dan lahan agar tidak rusak atau berubah fungsi.
Tantangan yang Dihadapi
Tentu saja, perjalanan KTH Harapan Sukses tidak selalu mulus. Beberapa tantangan yang mereka hadapi antara lain:
- Keterbatasan alat dan modal usaha, terutama untuk mengembangkan peternakan dan irigasi modern.
- Akses pasar yang masih terbatas, karena produk pertanian lokal sering kalah bersaing dengan produk dari luar kota.
- Perubahan cuaca ekstrem, yang mempengaruhi hasil panen dan produktivitas lahan.
Namun, semangat gotong royong dan optimisme dari para anggota menjadi modal utama untuk terus maju.
Harapan ke Depan
Kedepannya, KTH Harapan Sukses berencana memperluas area tanam, meningkatkan kualitas produksi, dan memperkuat jejaring pemasaran, baik offline maupun online. Mereka juga berharap bisa bekerja sama dengan pelaku usaha lokal, koperasi, dan pemerintah daerah untuk mengembangkan produk olahan hasil pertanian, seperti sayur organik kemasan, pupuk kompos, atau ternak siap jual.
Mereka juga ingin menjadikan kawasan Puncak Beliung sebagai lokasi agrowisata edukatif yang ramah keluarga dan anak-anak. Dengan begitu, masyarakat kota bisa belajar langsung soal pertanian dan pentingnya menjaga lingkungan.
Kesimpulan
KTH Harapan Sukses Puncak Beliung di Tanjung Riau bukan hanya kelompok tani biasa. Mereka adalah simbol ketahanan pangan lokal, kemandirian masyarakat, dan bukti nyata bahwa pertanian bisa hidup berdampingan dengan modernitas kota seperti Batam. Dengan semangat dan kerja keras yang terus menyala, kelompok ini menjadi inspirasi bahwa sukses bisa diraih dari lahan yang sederhana—asal dikelola dengan cinta, kerja keras, dan harapan.








